MAKALAH FILSAFAT UMUM
Filsafat Barat Modern Abad 17
latar belakang
Ada orang yang berkata, bahwa orang harus berfilsafat, untuk mengetahui apa yang disebut filsafat itu. Mungkin ini benar, hanya kesulitannya ialah: bagaimana ia tahu, bahwa ia berfilsafat? Mungkin ia mengira sudah berfilsafat dan mengira tahu pula apa filsafat itu, akan tetapi sebenarnya tidak berfilsafat, jadi kelirulah ia dan dengan sendirinya salah pula sangkanya tentang filsafat itu.
Tak dapat dipungkiri, zaman filsafat modern telah dimulai, dalam era filsafat modern, dan kemudian dilanjutkan dengan filsafat abab ke- 20, munculnya berbagai aliran pemikiran, yaitu: Rasionalisme, Emperisme, Kritisisme, Idealisme, Positivisme, Evolusionisme, Materalisme, Neo-Kantianisme, Pragmatisme, Filsafat hidup, Fenomenologi, Eksistensialisme, dan Neo-Thomisme. Namun didalam pembahasan kali ini yang akan dibahas aliran Empirisme (Francius Bacon, Thomas Hobbes. John lecke David Hume).
Filsafat pada zaman modern lahir karena adanya upaya keluar dari kekangan pemikiran kaum agamawan di zaman skolastik. Salah satu orang yang berjasa dalam membangun landasan pemikiran baru di dunia barat adalah Rene Descartes. Descartes menawarkan sebuah prosedur yang disebut keraguan metodis universal dimana keraguan ini bukan menunjuk kepada kebingungan yang berkepanjangan, tetapi akan berakhir ketika lahir kesadaran akan eksisitensi diri yang dia katakan dengan cogito ergo sum (saya berpikir, maka saya ada). Teori pengetahuan yang dikembangkan Rene Descartes ini dikenal dengan nama rasionalosme karena alur pikir yang dikemukakan Rene Descartes bermuara kepada kekuatan rasio (akal) manusia. Sebagai reaksi dari pemikiran rasionalisme Descartes inilah muncul para filosof yang berkembang kemudian yang bertolak belakang dengan Descartes yang menganggap bahwa pengetahuan itu bersumber pada pengalaman. Mereka inilah yang disebut sebagai kaum empirisme, di antaranya yaitu John Locke, Thomas Hobbes, George Barkeley, dan David Hume. Dalam makalah ini tidak akan membahas semua tokoh empirisme, akan tetapi akan dibahas empirisme David Hume yang dianggap sebagai puncak empirisme.
A. Menjelaskan aliran empirisme
Empirisme Berasal dari kata empiria, empeiros (yunani), yang berati berpengalaman dalam, berkenalan dengan, terampil untuk. Dalam bahasa latin “experiential” (pengalaman). Epistemologis-empiris hobbes mengajarkan bahwa pengenalan atau pengetahuan didapat karena pengalaman dan pengalaman merupakan awal segala pengetahuan. Segala jenis pengetahuan diturunkan dari pengalaman dan hanya pengalaman yang dapat memberi jaminan akan sebuah kepastian. Sementara itu menurut john locke semua jenis pengetahuan lahir dari pengalaman. Ia menerima keraguan sebagaimana diajarkan Descartes tetapi ia menolak metode intuisi dan metode deduktif ala Descartes. Hal ini menghapus kesan filsafat Plato tentang ide. Tokoh lain David hume seorang empiris yang konsisten. Sepertinya halnya Locke ia berpendapat. “Bahwa keseluruhan isi dari pikiran berasal dari pengalaman”. Ia berbeda terminolog dengan pendahulunya, ia membedakan dalam dua persepsi.
Sebagai tokohnya adalah Thomas Hobbes,Jhon Locke,dan David Hume. Karena adanya kemajuan ilmu pengetahuan dapat dirasakan manfaatnya, pandangan orang terhadap filsafat mulai merosot. Hal ini terjadi karena filsafat dianggap tidak berguna lagi bagi kehidupan. Pada sisi lain, ilmu pengetahuan besar sekali manfaatnya bagi kehidupan. Kemudian beranggapan bahwa pengetahuan yang bermanfaat, pasti dan benar hanya diperoleh lewat indra dan indralah satu satunya sumber pengetahuannya . pemikiran tersebut lahir dengan nama empirisme.
Bagaimana telah disinggung terdahulu bahwa empirisme telah memberika tekanan pada emperik atau pengalaman ebagai sumber pengetahuan. Istilah ini berasal dari kata yunani , empiria yang rarti pengalaman inderawi. Oleh sebab itu empirisme dinisbatkan kepada yang paham yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengenalan yang dimaksud dengannya adalah baik pengalaman lahirnya dunia maupun pengalaman batiniah yang menyankut pribadi manusia saja. Oleh karena pula empirisme sebagai bertentangan dengan rasionalisme. Masalah yang ramai dibicarakan baik oleh rasinal didaratan eropa maupun emprisme yang merajalela diinggris adaah subsentasi.
Jhon locked,bapak aliran ini pada zaman modern mengemukakan teori tabula rusa yang ecara bahasa artinya meja lilin. Maksud ialah bahwa manusia itu pada mulainya kosong dari pengetahuan lantas pengalamannya mengisi jiwa yang kosong itu lantas ia memiliki pengetahuan . mula – mula tangkapan indera yang masuk itu sederhana lama lama ruwet lalu tersusunlah pengetahuan berarti. Berarti bagaimanapun kompleks ruwet nya pengetahuan manusia, ia selalu dapat dicari ujungnya pada pengalaman indera. Sesuatu yang tidak dapat diamati dengan cara indera bukanlah pengetahuan yang benar. Jadi, pengalaman indera itulah metode penelitian yang menjadi tumpuan aliran ini adalah metode eksperimen.
Kelemahan aliran ini cukup banyak.
Kelemahan pertama adalah indera terbatas. Benda yang jauh lebih kelihatan kecil. Apakah benda kecil itu ? tidak keterbatasan kemampuan inderaini dapat dilaporkan objek tidak sebagaimana adanya dari sini akan terbentuk pengetahuan yang salah.
Kelamahan kedua adalah indera menipu. Pada orang sakit malaria gula rasanya pahit udara panas dirasakan dingin. Ini akan menimbulkan pengetahuan empirisme yang salah juga.
Kelamahan ketiga adalah objek yang menipu,contohnya ilusi, fatamorgana. Jadi, objek itu sebenarnya tidak sebagaimana ditangkap oleh indera pembhoong. Ini jelas dapat menimbulkan pengetahuan inderawi yang salah.
Kelemahan keempat berasal dari indera dan objek sekaligus. Dalam hal ini indera tidak mampu melihat seekor kerbau secara keseluruhan dan kerbau itu juga tidak dapat memperlihatkan badan secara keseluruhannya.
Kesimpulannya adalah empirisme lemah karena keterbatasan indera manusia.
EMPIRISME (LOCKE-HUME-SPENCER)
Empirisme Inggris
Empirisme Inggris , meskipun itu bukan istilah yang digunakan pada saat itu, berasal dari periode awal abad 17 dari filsafat modern awal dan ilmu pengetahuan modern . Istilah ini menjadi berguna untuk menggambarkan perbedaan yang dirasakan antara dua pendirinya Francis Bacon , digambarkan sebagai empiris , dan René Descartes , yang digambarkan sebagai seorang rasionalis. Filosofi alam Bacon sangat berasal dari karya filsuf Italia Bernardino Telesio dan dokter Swiss Paracelsus . Thomas Hobbes dan Baruch Spinoza , pada generasi berikutnya, sering juga digambarkan sebagai seorang empiris dan rasionalis. John Locke , George Berkeley , dan David Hume adalah eksponen utama empirisme pada abad ke-18 Pencerahan , dengan Locke yang biasanya dikenal sebagai pendiri empirisme.
Menanggapi " rasionalisme kontinental " awal hingga pertengahan abad ke-17, John Locke (1632-1704) yang diusulkan dalam An Essay Concerning Human Understanding (1689) pandangan yang sangat berpengaruh di mana satu - satunya pengetahuan yang dapat dimiliki manusia adalah posteriori , yaitu, berdasarkan pengalaman. Locke terkenal dikaitkan dengan memegang proposisi bahwa pikiran manusia adalah tabula rasa , "tablet kosong", dalam kata-kata Locke "kertas putih", di mana pengalaman yang diperoleh dari kesan indera sebagai hasil kehidupan seseorang ditulis. Ada dua sumber ide kami: sensasi dan refleksi. Dalam kedua kasus, perbedaan dibuat antara ide-ide sederhana dan kompleks. Yang pertama tidak dapat dianalisis, dan dipecah menjadi kualitas primer dan sekunder. Kualitas primer sangat penting untuk objek yang dimaksud untuk menjadi apa itu. Tanpa kualitas primer spesifik, suatu objek tidak akan menjadi apa adanya. Misalnya, apel adalah apel karena susunan struktur atomnya. Jika sebuah apel terstruktur secara berbeda, itu akan berhenti menjadi sebuah apel. Kualitas sekunder adalah informasi sensorik yang dapat kita rasakan dari kualitas utamanya. Sebagai contoh, sebuah apel dapat dirasakan dalam berbagai warna, ukuran, dan tekstur tetapi masih diidentifikasi sebagai sebuah apel. Oleh karena itu, kualitas utamanya menentukan apa objek itu pada dasarnya, sedangkan kualitas sekundernya menentukan atributnya. Ide-ide kompleks menggabungkan yang sederhana, dan membaginya menjadi substansi, mode, dan hubungan. Menurut Locke, pengetahuan kita tentang berbagai hal adalah persepsi tentang ide-ide yang sesuai atau tidak sesuai satu sama lain, yang sangat berbeda dengan pencarian kepastian Descartes .
Uskup George Berkeley
Satu generasi kemudian, uskup Anglikan Irlandia, George Berkeley (1685–1753), menetapkan bahwa pandangan Locke segera membuka pintu yang pada akhirnya akan mengarah pada ateisme . Menanggapi Locke, ia mengemukakan dalam Risalah Mengenai Prinsip Pengetahuan Manusia (1710) tantangan penting untuk empirisme di mana hal-hal hanya ada baik sebagai hasil dari mereka yang dirasakan, atau berdasarkan fakta bahwa mereka adalah entitas melakukan mempersepsi. (Untuk Berkeley, Allah mengisi bagi manusia dengan melakukan penglihatan kapan pun manusia tidak ada untuk melakukannya.) Dalam teksnya Alciphron , Berkeley menyatakan bahwa urutan apa pun yang dapat dilihat manusia di alam adalah bahasa atau tulisan tangan Allah. Pendekatan Berkeley pada empirisme kemudian akan disebut idealisme subyektif .
Filsuf Skotlandia David Hume (1711-1776) menanggapi kritik Berkeley terhadap Locke, serta perbedaan lain antara para filsuf modern awal, dan memindahkan empirisme ke tingkat skeptisisme baru . Hume berpendapat sesuai dengan pandangan empiris bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman indera, tetapi ia menerima bahwa ini memiliki implikasi yang biasanya tidak dapat diterima oleh para filsuf. Dia menulis misalnya, "Locke membagi semua argumen menjadi demonstratif dan kemungkinan. Pada pandangan ini, kita harus mengatakan bahwa hanya mungkin semua manusia harus mati atau matahari akan terbit besok, karena tak satu pun dari ini dapat diperlihatkan. Tetapi untuk lebih menyesuaikan bahasa kita dengan penggunaan umum, kita harus membagi argumen menjadi demonstrasi, bukti, dan probabilitas — dengan 'bukti' yang berarti argumen dari pengalaman yang tidak meninggalkan ruang untuk keraguan atau pertentangan. "
Saya percaya penjelasan paling umum dan paling populer dari masalah ini, adalah untuk mengatakan [Lihat Tuan Locke, bab kekuasaan.], Bahwa temuan dari pengalaman, bahwa ada beberapa produksi baru dalam materi, seperti gerakan dan variasi tubuh , dan menyimpulkan bahwa di suatu tempat pasti ada kekuatan yang mampu memproduksinya, kami akhirnya tiba dengan alasan ini pada gagasan kekuatan dan kemanjuran. Tetapi untuk diyakinkan bahwa penjelasan ini lebih populer daripada filosofis, kita perlu merenungkan dua prinsip yang sangat jelas. Pertama, alasan itu saja tidak pernah dapat memunculkan ide orisinal, dan kedua, alasan itu, sebagaimana dibedakan dari pengalaman, tidak pernah dapat membuat kita menyimpulkan, bahwa sebab atau kualitas produktif mutlak diperlukan untuk setiap awal keberadaan. Kedua pertimbangan ini telah dijelaskan secara memadai: dan karena itu pada saat ini tidak akan ada yang mendesak lebih jauh.
- Hume Bagian XIV "dari gagasan hubungan yang perlu dalam A Treatise of Human Nature
Hume membagi semua pengetahuan manusia ke dalam dua kategori: hubungan ide dan hal-hal fakta (lihat juga perbedaan analitik-sintetik Kant ). Proposisi matematis dan logis (misalnya "bahwa kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat dari kedua sisi") adalah contoh yang pertama, sedangkan proposisi yang melibatkan beberapa pengamatan kontingen dunia (misalnya "matahari terbit di Timur ") adalah contoh yang kedua. Semua "ide" orang, pada gilirannya, berasal dari "kesan" mereka. Bagi Hume, "kesan" kira-kira sesuai dengan apa yang kita sebut sensasi. Untuk mengingat atau membayangkan kesan seperti itu berarti memiliki "ide". Karena itu, gagasan adalah tiruan sensasi yang samar.
Empirisme David Hume menyebabkan banyak aliran filsafat.
Hume berpendapat bahwa tidak ada pengetahuan, bahkan kepercayaan paling mendasar tentang dunia alami, yang dapat dibuat secara meyakinkan dengan alasan. Sebaliknya, menurutnya, keyakinan kita lebih merupakan hasil dari kebiasaan yang terakumulasi, yang dikembangkan sebagai tanggapan terhadap pengalaman indera yang terakumulasi. Di antara banyak argumennya, Hume juga menambahkan slant penting lainnya dalam perdebatan tentang metode ilmiah - yaitu masalah induksi . Hume berpendapat bahwa itu membutuhkan penalaran induktif untuk tiba di tempat untuk prinsip penalaran induktif, dan oleh karena itu pembenaran untuk penalaran induktif adalah argumen melingkar. Di antara kesimpulan Hume mengenai masalah induksi adalah bahwa tidak ada kepastian bahwa masa depan akan menyerupai masa lalu. Jadi, sebagai contoh sederhana yang diajukan oleh Hume, kita tidak dapat mengetahui dengan pasti dengan alasan induktif bahwa matahari akan terus naik di Timur, tetapi sebaliknya berharap untuk melakukannya karena telah berulang kali melakukannya di masa lalu.
Hume menyimpulkan bahwa hal-hal seperti kepercayaan pada dunia eksternal dan keyakinan akan keberadaan diri tidak dapat dibenarkan secara rasional. Menurut Hume, kepercayaan ini harus diterima karena dasar yang kuat dalam naluri dan kebiasaan. Warisan abadi Hume, bagaimanapun, adalah keraguan bahwa argumen skeptisnya melemparkan pada legitimasi penalaran induktif, yang memungkinkan banyak skeptis yang mengikuti untuk menimbulkan keraguan yang sama.
B. Tokoh-Tokoh Penting:
a. Thomas Hobbes (1588-1679)
Thomas Hobbes (1588-1679) dilahirkan di Malmesbury, sebuah kota kecil yang berjarak 25 kilometer dari London. Ia dilahirkan pada tanggal 15 April 1588. Ketika Hobbes dilahirkan, armada Spanyol sedang menyerbu Inggris. Ayah Hobbes adalah seorang pendeta di Westport, bagian dari Malmesbury. Ayahnya bermasalah dengan pihak gereja sehingga melarikan diri dari kota tersebut dan meninggalkan Hobbes untuk diasuh oleh pamannya.
Pada tahun 1603-1608, Hobbes belajar di Magdalen Hall, Oxford pada usia 14 tahun.Menurut kesaksian pribadi Hobbes, ia tidak menyukai pelajaran fisika dan logika Aristoteles. Ia lebih suka membaca mengenai eksplorasi terhadap penemuan tanah-tanah baru serta mempelajari peta-peta bumi dan bintang-bintang. Karena itulah, astronomi adalah bidang sains yang mendapat perhatian dari Hobbes, dan terus digeluti oleh Hobbes. Kemudian pada masa kemudian, Hobbes juga menyesali karena ia tidak mempelajari matematika saat menempuh pendidikan di Oxford.
Filsafat ialah ilmu pengetahuan yang menerangkan perhubungan hasil dan sebab atau sebab dari hasilnya, dan oleh karena itu senantiasa adalah suatu perubahan.ketika meneliti dan membahas konsep " ECONOMICS PRIZE FOR WORKS IN ECONOMIC THEORY AND INTER-DISCIPLINARY RESEARCH. Dua manusia peraih hadih nobel bidang ekonomi tahun 1974 pada acara "Lecture to the memory of Alfred Nobel, December 11, 1974.; Karl Gunnar Myrdal, dan Friedrich August Hayek. Pada akhirnya rekan diskusi saya pakar bidang filsafat, ketika saya berselisih paham pada tafsir pemikiran Karl Gunnar Myrdal; dan Friedrich August Hayek. Teman saya itu menyerahkan 10 buku teks. Dan buku terpenting adalah buku Thomas Hobbes, dengan tema "Leviathan". Dan diakhir diskusi panjang dengan disaksikan 1 mahasiswa pascasarjana ada simpulan sementara bahwa tafsir yang memadai untuk Myrdal, dan Hayek pada tema {The Sveriges Riksbank Prize in Economic Sciences in Memory of Alfred Nobel 1974 was awarded jointly to Gunnar Myrdal and Friedrich August von Hayek "for their pioneering work in the theory of money and economic fluctuations and for their penetrating analysis of the interdependence of economic, social and institutional phenomena }; pada tema kerja pionir dalam teori keuangan dan fluktuasi ekonomi, dan analisis tentang saling ketergantungan antara fenomena institusi, ekonomi dan social.
FILSAFAT MATERIALSME
Materialisme yang dianut hobbes dapat dijelaskan sebagai berikut :
Segala sesuatu yang bersifat bendawi. Yang dimaksud bendawi adalah segala sesuatu tidak bergantung kepada gagasan kita. Doktrin atau ajarannya menyatakan bahwa segala kejadian adalah geak yang berlangsung karena keharusan. Realitas segala yang bersifat bendawi yaitu yang tidak bergantung kepada gagasan kita terhisap didalam gerak itu.
MANUSIA
Manusia tidak lebih daripada suatu bagian alam bendawi yang mengelilinginya. Oleh karena itu, maka segala sesuatu yang terjad pada diri manusia pun dapat diterangkan seperti cara cara yang terjadi pada kejadian kejadian alamiah yaitu secara mekanis. Manusia itu hidup selama beredarnya darah dan jantungnya bekerja yang disebabkan karena pengaruh mekanis dari hawa atmosfer.
JIWA
Ajaran hobbes tentang jiwa itupun sejalan dengan ajaran filsafat dasar, sehingga jiwa dibaginya merupakan kompleks dari proses proses mekanisme didalam tubuh. Akal bukanlah pembawaan melainkan hasil perkembangan karena kerajinan. Ikhtiar adalah suatu awal gerak yang kecil. Awal gerak nan kecil ini kalau diarakan untuk menuju kepada sesuatu disebut dengan keinginan yang sama dengan kasih, jika diarahkan untuk meninggalkannya sesuatu disebut keengganan tetapi hal yang sama dengan itu. Yang terkuat adalah jika kalau terjadi bentrokan bentrokan. Hoobes merupakan orang yang tidak mengakui kehendak bebas.
b. John Locke (1632-1704)
Ia dilahirkan di wrington, deket bristol Inggris. Disamping sebagai seseorang ahli hukum ia juga menyukai filsafat dan teologi, mendalami ilmu kedokteran dan penelitian kimia. Dalam mencapai kebenaran sampai seberapa jauh manusia memakai kemampuannya.
Dalam penelitiannya ia memakai istilah sensation dan reflection.Sensation adalah suatu yang dapat berhubungan dengan dunia luar tetapi manusia tidak dapat mengerti dan meraihnya. Sementara itu reflection adalah pengenalan intuitif yang memberikan pengetahuan kepada manusia, yang sifatnya lebih baik dari pada sensation. Tiap tiap pengetahuan yang diperoleh manusia terdiri dari sensation dan reflection. Walaupun demikian manusia harus mendahulukan sensation. Karena jiwa manusia saat dilahirkan ptih bersih yaitu kosong bagaikan kertas putih yang belum tertulis.
John Locke FRS ( 29 Agustus 1632 - 28 Oktober 1704) adalah seorang filsuf dan dokter Inggris, yang secara luas dianggap sebagai salah satu pemikir Pencerahan yang paling berpengaruh dan umumnya dikenal sebagai "Bapak Liberalisme ". Dianggap sebagai salah seorang empiris Inggris pertama, mengikuti tradisi Sir Francis Bacon , ia sama pentingnya dengan teori kontrak sosial . Karyanya sangat mempengaruhi perkembangan epistemologi dan filsafat politik . Tulisan-tulisannya memengaruhi Voltaire dan Jean-Jacques Rousseau , banyak pemikir Pencerahan Skotlandia , serta kaum revolusioner Amerika . Kontribusinya pada republikanisme klasik dan teori liberal tercermin dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat Teori pikiran Locke sering dikutip sebagai asal mula konsepsi modern tentang identitas dan diri , yang secara mencolok tampak dalam karya para filsuf kemudian seperti David Hume , Rousseau, dan Immanuel Kant . Locke adalah yang pertama mendefinisikan diri melalui kesinambungan kesadaran . Dia mendalilkan bahwa, saat lahir, pikiran adalah batu tulis kosong atau tabula rasa . Bertentangan dengan filosofi Cartesian yang didasarkan pada konsep-konsep yang sudah ada sebelumnya, ia menyatakan bahwa kita dilahirkan tanpa ide bawaan , dan bahwa pengetahuan sebaliknya ditentukan hanya oleh pengalaman yang berasal dari persepsi indra . Ini sekarang dikenal sebagai empirisme. Contoh kepercayaan Locke pada empirisme dapat dilihat dalam kutipannya, "apa pun yang saya tulis, segera setelah saya menemukan itu tidak benar, tangan saya akan menjadi yang terdepan untuk melemparkannya ke dalam api." Ini menunjukkan ideologi sains dalam pengamatannya bahwa sesuatu harus mampu diuji berulang kali dan tidak ada yang dikecualikan dari terbukti tidak benar. Menantang pekerjaan orang lain, Locke dikatakan telah menetapkan metode introspeksi , atau mengamati emosi dan perilaku diri sendiri.
Ayah Locke, juga dipanggil John, adalah seorang pengacara yang bertugas sebagai juru tulis bagi Hakim Perdamaian di Chew Magna dan sebagai kapten kavaleri untuk pasukan Parlemen pada awal Perang Saudara Inggris . Ibunya adalah Agnes Keene. Kedua orang tuanya adalah Puritan . Locke dilahirkan pada tanggal 29 Agustus 1632, di sebuah pondok jerami kecil oleh gereja di Wrington , Somerset, sekitar 12 mil dari Bristol . Dia dibaptis pada hari yang sama. Segera setelah kelahiran Locke, keluarga itu pindah ke kota pasar Pensford , sekitar tujuh mil selatan Bristol, tempat Locke dibesarkan di sebuah rumah pedesaan Tudor di Belluton .
Pada 1647, Locke dikirim ke Sekolah Westminster yang bergengsi di London di bawah sponsor Alexander Popham , seorang anggota Parlemen dan mantan komandan ayahnya. Setelah menyelesaikan studi di sana, ia diterima di Christ Church , Oxford , pada musim gugur 1652 pada usia dua puluh. Dekan perguruan tinggi pada saat itu adalah John Owen , wakil rektor universitas. Meskipun seorang siswa yang cakap, Locke kesal dengan kurikulum sarjana saat itu. Dia menemukan karya-karya para filsuf modern, seperti René Descartes , lebih menarik daripada materi klasik yang diajarkan di universitas. Melalui temannya Richard Lower , yang dia kenal dari Westminster School, Locke diperkenalkan ke dunia kedokteran dan filosofi eksperimental yang dikejar di universitas lain dan di Royal Society , di mana dia akhirnya menjadi anggota.
Locke dianugerahi gelar sarjana pada bulan Februari 1656 dan gelar magister pada bulan Juni 1658. ] Ia memperoleh gelar sarjana kedokteran pada bulan Februari 1675setelah mempelajari kedokteran secara luas selama waktunya di Oxford dan bekerja dengan ilmuwan dan pemikir terkenal seperti itu. sebagai Robert Boyle , Thomas Willis , Robert Hooke dan Richard Lower . Pada 1666, ia bertemu Anthony Ashley Cooper, Lord Ashley , yang datang ke Oxford mencari pengobatan untuk infeksi hati . Ashley terkesan dengan Locke dan membujuknya untuk menjadi bagian dari rombongannya.
Locke telah mencari karier dan pada 1667 pindah ke rumah Ashley di Exeter House di London, untuk melayani sebagai dokter pribadinya. Di London, Locke melanjutkan studi medisnya di bawah pengawasan Thomas Sydenham . Sydenham memiliki efek besar pada pemikiran filosofis alami Locke - efek yang akan menjadi jelas dalam An Essay Concerning Human Understanding .
Pengetahuan medis Locke diuji ketika infeksi hati Ashley menjadi mengancam jiwa. Locke mengoordinasikan saran dari beberapa dokter dan mungkin berperan dalam membujuk Ashley untuk menjalani operasi (yang kemudian mengancam nyawa) untuk menghilangkan kista. Ashley selamat dan makmur, memuji Locke dengan menyelamatkan hidupnya.
Selama waktu ini, Locke menjabat sebagai Sekretaris Dewan Perdagangan dan Perkebunan dan Sekretaris untuk Lords Proprietors of Carolina, yang membantu membentuk idenya tentang perdagangan internasional dan ekonomi.
Ashley, sebagai pendiri gerakan Whig , memberikan pengaruh besar pada ide-ide politik Locke. Locke terlibat dalam politik ketika Ashley menjadi Lord Chancellor pada tahun 1672 (Ashley dijadikan Earl pertama Shaftesbury pada tahun 1673). Menyusul jatuhnya Shaftesbury dari kebaikan pada 1675, Locke menghabiskan beberapa waktu bepergian di Prancis sebagai guru dan asisten medis ke Caleb Banks . Ia kembali ke Inggris pada 1679 ketika nasib politik Shaftesbury berbelok positif singkat. Sekitar waktu ini, kemungkinan besar atas dorongan Shaftesbury, Locke menyusun sebagian besar Dua Perjanjian Pemerintah . Sementara pernah berpikir bahwa Locke menulis Perjanjian untuk mempertahankan Revolusi Glorious 1688, beasiswa baru-baru ini menunjukkan bahwa karya itu disusun dengan baik sebelum tanggal ini. Karya ini sekarang dipandang sebagai argumen yang lebih umum terhadap monarki absolut (terutama sebagaimana dianut oleh Robert Filmer dan Thomas Hobbes ) dan untuk persetujuan individu sebagai dasar legitimasi politik . Meskipun Locke dikaitkan dengan Whig yang berpengaruh, gagasannya tentang hak alam dan pemerintah saat ini dianggap cukup revolusioner untuk periode itu dalam sejarah Inggris.
Locke melarikan diri ke Belanda pada tahun 1683, di bawah kecurigaan kuat keterlibatan dalam Plot Rumah Rye , meskipun ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa ia terlibat langsung dalam skema. Filsuf dan novelis Rebecca Newberger Goldstein berpendapat bahwa selama lima tahun di Belanda, Locke memilih teman-temannya "dari antara anggota pemikir bebas yang sama yang membenci kelompok Protestan sebagai kelompok kecil penganut setia Spinoza. [Baruch Spinoza telah meninggal pada tahun 1677.] Locke hampir tentu saja bertemu dengan orang-orang di Amsterdam yang berbicara tentang ide-ide orang Yahudi pemberontak yang ... bersikeras untuk mengidentifikasi dirinya melalui agama akal budi semata. " Sementara dia mengatakan bahwa "tendensi empiris yang kuat dari Locke" akan "membujuknya untuk membaca karya metafisika megah seperti Etika Spinoza, dengan cara lain dia sangat menerima ide-ide Spinoza, terutama untuk argumen rasionalis yang dipikirkan dengan matang untuk politik dan agama toleransi dan perlunya pemisahan gereja dan negara. "
Di Belanda, Locke punya waktu untuk kembali ke tulisannya, menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakan kembali Essay dan menyusun Letter on Toleration. Locke tidak pulang ke rumah setelah Revolusi Glorious . Locke menemani Mary II kembali ke Inggris pada tahun 1688. Sebagian besar penerbitan Locke terjadi sekembalinya dari pengasingan - Esainya tentang Pemahaman Manusia , Dua Peduli Pemerintahan Sipil dan Sepucuk Surat Tentang Toleransi semuanya muncul dengan cepat.
Teman dekat Locke, Lady Masham, mengundangnya untuk bergabung dengannya di Otes, rumah pedesaan Masham di Essex. Meskipun waktunya di sana ditandai oleh kesehatan yang bervariasi dari serangan asma , ia tetap menjadi pahlawan intelektual Whig. Selama periode ini ia membahas berbagai hal dengan tokoh-tokoh seperti John Dryden dan Isaac Newton .
Dia meninggal pada tanggal 28 Oktober 1704, dan dimakamkan di halaman gereja di desa Laver Tinggi , timur Harlow di Essex, di mana dia telah tinggal di rumah Sir Francis Masham sejak 1691. Locke tidak pernah menikah atau punya anak.
Peristiwa yang terjadi selama masa hidup Locke termasuk Restorasi Inggris , Wabah Besar London dan Api Besar London . Dia tidak begitu melihat Undang - Undang Persatuan tahun 1707 , meskipun tahta Inggris dan Skotlandia ditahan dalam persatuan pribadi sepanjang masa hidupnya. Monarki konstitusional dan demokrasi parlementer sedang dalam masa pertumbuhan selama masa Locke.
Pada akhir abad ke-17 dan awal ke-18, Locke's Two Treatises jarang dikutip. Sejarawan Julian Hoppit mengatakan tentang buku itu, "kecuali di antara beberapa Whig, bahkan sebagai kontribusi terhadap perdebatan sengit tahun 1690-an itu membuat sedikit kesan dan umumnya diabaikan sampai 1703 (meskipun di Oxford pada 1695 itu dilaporkan telah membuat 'hebat kebisingan')". John Kenyon , dalam studinya tentang debat politik Inggris dari tahun 1689 hingga 1720, telah mengatakan bahwa teori-teori Locke "sangat jarang disebutkan pada tahap awal Revolusi [Agung], hingga 1692, dan bahkan lebih sedikit setelahnya, kecuali adalah untuk melecehkan mereka "dan bahwa" tidak ada orang, termasuk kebanyakan Whig, [yang] siap untuk gagasan kontrak nosional atau abstrak dari jenis yang digabungkan oleh Locke ". [23] Sebaliknya, Kenyon menambahkan bahwa Wacana Algernon Sidney tentang Pemerintah "jelas jauh lebih berpengaruh daripada Locke Two Treatises ".
John Locke
Dalam 50 tahun setelah kematian Ratu Anne pada tahun 1714, Two Treatises dicetak ulang hanya sekali (kecuali dalam karya Locke yang dikumpulkan). Namun, dengan munculnya resistensi Amerika terhadap perpajakan Inggris, Risalah Kedua memperoleh pembaca baru; sering dikutip dalam perdebatan di Amerika dan Inggris. Pencetakan Amerika pertama terjadi pada 1773 di Boston.
Locke memiliki pengaruh besar pada filsafat politik, khususnya pada liberalisme modern. Michael Zuckert berargumen bahwa Locke meluncurkan liberalisme dengan membasmi absolutisme Hobbes dan dengan jelas memisahkan ranah Gereja dan Negara . Dia memiliki pengaruh kuat pada Voltaire yang memanggilnya " le sage Locke". Argumennya tentang kebebasan dan kontrak sosial kemudian mempengaruhi karya-karya tertulis Alexander Hamilton , James Madison , Thomas Jefferson , dan Bapak Pendiri Amerika Serikat lainnya . Bahkan, satu bagian dari Risalah Kedua direproduksi secara verbatim dalam Deklarasi Kemerdekaan, referensi ke "kereta panjang pelanggaran". Demikianlah pengaruh Locke sehingga Thomas Jefferson menulis: " Bacon , Locke, dan Newton ... Saya menganggap mereka sebagai tiga orang terhebat yang pernah hidup, tanpa kecuali, dan telah meletakkan fondasi bangunan-bangunan atas yang telah diangkat dalam Ilmu Fisik dan Moral ".
Tetapi pengaruh Locke mungkin lebih dalam di bidang epistemologi. Locke mendefinisikan kembali subjektivitas, atau diri, dan sejarawan intelektual seperti Charles Taylor dan Jerrold Seigel berpendapat bahwa Locke An Essay Concerning Human Understanding (1690) menandai awal dari konsepsi modern Barat tentang diri
Teori asosiasi Locke sangat memengaruhi subjek psikologi modern. Pada saat itu, pengakuan filsuf empiris tentang dua jenis ide, ide sederhana dan kompleks , yang lebih penting interaksi mereka melalui asosiasionisme mengilhami para filsuf lain, seperti David Hume dan George Berkeley , untuk merevisi dan memperluas teori ini dan menerapkannya untuk menjelaskan bagaimana manusia menimba ilmu di dunia fisik.
c. David Hume (1711-1776)
Menurut para penulisan sejarah filsafat empirisme berpuncak pada david hume ini , sebab ini menggunakan prinsip prinsip empirisme dengan cara yang paling radikal. Terutama pengertian substansi dan kausalitas menjadi objek kritikannya. Ia tidak menerima substansi sebab yang dialami ialah kesan kesan saja tentang beberapa ciri yang selalu terdapat bersama sama. Tetapi atas dasar pengalaman tidak dapat disimpulkan bahwa dibelakang ciriciri itu masih ada suatu substansi tetap.
David Hume lahir di Rumah David ; 7 Mei 1711 NS (26 April 1711 OS ) - 25 Agustus 1776) adalah seorang filsuf , sejarawan , ekonom , dan penulis esai Pencerahan Skotlandia , yang paling dikenal saat ini untuk sistemnya yang sangat berpengaruh yaitu empirisme filosofis, skeptisisme , dan naturalisme . ] Pendekatan empiris Hume terhadap filsafat menempatkannya bersama John Locke , George Berkeley , Francis Bacon dan Thomas Hobbes sebagai seorang empiris Inggris . Dimulai dengan A Treatise of Human Human (1739–40), Hume berusaha keras untuk menciptakan ilmu naturalistik total tentang manusia yang meneliti dasar psikologis sifat manusia. Terhadap rasionalis filosofis, Hume berpendapat bahwa hasrat bukan alasan yang mengatur perilaku manusia. Hume menentang keberadaan ide bawaan , yang menyatakan bahwa semua pengetahuan manusia hanya didasarkan pada pengalaman .
Ayer Blackburn Deleuze Borges Dennett Einstein Fodor Hamann Hamilton Halangan Husserl Jefferson James Kant Mackie Madison Pabrik Popper Reid Russell Schopenhauer Smith
Dalam apa yang kadang-kadang disebut sebagai masalah induksi Hume , ia berpendapat bahwa penalaran induktif dan kepercayaan pada kausalitas tidak dapat dibenarkan secara rasional; sebaliknya, kepercayaan kita pada kausalitas dan induksi merupakan hasil dari kebiasaan dan kebiasaan mental, dan hanya disebabkan oleh pengalaman " konjungsi yang konstan " dari peristiwa. Ini karena kita tidak pernah dapat benar-benar memahami bahwa satu peristiwa menyebabkan yang lain, tetapi hanya bahwa keduanya selalu digabungkan. Oleh karena itu, untuk menarik kesimpulan sebab akibat dari pengalaman masa lalu, perlu mengandaikan bahwa masa depan akan menyerupai masa lalu, suatu anggapan yang tidak dapat dengan sendirinya didasarkan pada pengalaman sebelumnya.
Oposisi Hume terhadap argumen teleologis untuk keberadaan Tuhan, argumen dari desain, umumnya dianggap sebagai upaya yang paling signifikan secara intelektual untuk membantah argumen sebelum Darwinisme .
Hume juga seorang sentimentalis yang berpendapat bahwa etika didasarkan pada emosi atau sentimen daripada prinsip moral abstrak, yang terkenal menyatakan bahwa "Alasan adalah, dan seharusnya hanya menjadi budak dari nafsu" . Teori moral Hume telah dilihat sebagai upaya unik untuk mensintesis tradisi moral sentimentalis modern yang menjadi milik Hume, dengan tradisi etika moralitas filsafat kuno , yang dengannya Hume sependapat mengenai sifat-sifat karakter, daripada tindakan atau konsekuensinya , pada akhirnya objek evaluasi moral yang tepat. ] Hume mempertahankan komitmen awal pada penjelasan naturalistik dari fenomena moral, dan biasanya dianggap pertama kali menguraikan dengan jelas masalah yang seharusnya terjadi , atau gagasan bahwa pernyataan fakta saja tidak akan pernah dapat menghasilkan kesimpulan normatif dari apa yang seharusnya. harus dilakukan. Hume juga menyangkal bahwa manusia memiliki konsepsi aktual tentang diri, mengandaikan bahwa kita hanya mengalami segumpal sensasi , dan bahwa diri tidak lebih dari segumpal persepsi yang berhubungan secara kausal ini. Teori kompatibilis Hume tentang kehendak bebas menganggap determinisme kausal sepenuhnya kompatibel dengan kebebasan manusia.
Hume memengaruhi utilitarianisme , positivisme logis , Immanuel Kant , filsafat sains , filsafat analitik awal, sains kognitif , teologi , dan gerakan serta pemikir lainnya. Kant sendiri memuji Hume sebagai pemacu pemikiran filosofisnya yang telah membangunkannya dari "tidur dogmatisnya".
Hume adalah anak kedua dari dua putra yang lahir dari Joseph Home of Ninewells , seorang advokat, dan istrinya Katherine ( née Falconer), putri Sir David Falconer. Ia dilahirkan pada tanggal 26 April 1711 ( Gaya Lama ) di rumah petak di sisi utara Lawnmarket di Edinburgh . Ayah Hume meninggal ketika Hume masih kecil, tepat setelah ulang tahun keduanya, dan dia dibesarkan oleh ibunya, yang tidak pernah menikah lagi. Ia mengubah ejaan namanya pada 1734, karena fakta bahwa nama keluarganya "Rumah", dilafalkan "Hume", tidak dikenal di Inggris. Sepanjang hidupnya, Hume, yang tidak pernah menikah, sesekali menghabiskan waktu di rumah keluarganya di Chirnside di Berwickshire , yang telah menjadi milik keluarga tersebut sejak abad keenam belas. Keuangannya sebagai seorang pemuda sangat "ramping". Keluarganya tidak kaya, dan, sebagai putra yang lebih muda, ia memiliki sedikit warisan untuk hidup. Karena itu ia terpaksa mencari nafkah entah bagaimana.
Hume kuliah di University of Edinburgh pada usia awal 12 tahun yang luar biasa (mungkin semuda 10 tahun) pada saat 14 normal. Pada awalnya, karena keluarganya, ia dianggap berkarir di bidang hukum , tetapi kemudian, dengan kata-katanya, "keengganan yang tidak dapat diatasi dengan segala sesuatu kecuali pengejaran Filsafat dan Pembelajaran umum; dan sementara [keluarga saya] bersemangat saya meneliti Voet dan Vinnius , Cicero dan Virgil adalah Penulis yang diam-diam saya makan ". Ia tidak begitu menghormati profesor pada masanya, memberi tahu seorang teman pada tahun 1735 bahwa "tidak ada yang dapat dipelajari dari seorang Profesor, yang tidak dapat ditemui dalam Buku". Hume tidak lulus.
Berusia sekitar 18, ia membuat penemuan filosofis yang membuka baginya "Adegan Pemikiran baru", yang menginspirasinya "untuk membuang setiap Kesenangan atau Bisnis lain untuk diterapkan sepenuhnya padanya". Ia tidak menceritakan apa adegan ini, dan komentator telah menawarkan berbagai spekulasi. ] Salah satu interpretasi populer, yang menonjol dalam beasiswa Hume kontemporer, adalah bahwa "adegan pemikiran" yang baru adalah kesadaran Hume bahwa teori moralitas "pengertian moral" Francis Hutcheson dapat diterapkan pada pemahaman juga. Karena inspirasi ini, Hume berangkat menghabiskan minimal 10 tahun membaca dan menulis. Dia segera datang ke ambang gangguan mental , menderita dari apa yang didiagnosis dokter sebagai "Penyakit yang Dipelajari". Hume menulis bahwa itu dimulai dengan rasa dingin, yang ia nyatakan sebagai "Kemalasan Temper", yang berlangsung sekitar sembilan bulan. Belakangan, beberapa titik penyakit kudis muncul di jari-jarinya. Inilah yang membujuk dokter Hume untuk menegakkan diagnosisnya. Hume menulis bahwa dia "pergi di bawah Kursus Pahit dan Anti-Histeris Pil", dibawa bersama dengan satu liter anggur merah setiap hari. Hume juga memutuskan untuk memiliki kehidupan yang lebih aktif untuk melanjutkan pembelajarannya. Kesehatannya agak membaik, tetapi pada 1731 ia menderita nafsu makan dan jantung berdebar-debar. Setelah makan dengan baik selama beberapa waktu, ia berubah dari "tinggi, ramping, dan berbahan mentah" menjadi "kokoh, kuat, dan seperti sehat". Memang, Hume akan menjadi terkenal karena kegemukan dan kesukaan akan port dan keju yang enak.
David Hume merupakan puncak dari aliran Empirisme. Baginya, pengalaman lebih dari rasio sebagai sumber pengetahuan, baik pengalaman intern maupun ekstern. Menurut Hume, semua ilmu itu berhubungan dengan hakekat manusia. Dan ilmu inilah yang menjadi satu – satunya dasar bagi ilmu – ilmu yang lain.
Hume mengatakan bahwa, semua pengetahuan dimulai dari pengalaman indra sebagai dasar. Impression pada Hume, sama dengan sensasional pada John Lock yaitu basis pengetahuan. Semua persepsi jiwa manusia terbentuk dari dua alat yang berbeda yaitu impression dan idea. Dari keduanya, perbedaan terletak pada tingkat kekuatan dan garis menuju kekuatan besar dan kasar disebut impression, sedangkan idea adalah gambaran kabur tentang persepsi yang masuk ke dalam pikiran.
Hume tidak menerima substansi, sebab yang dialaminya hanya kesan – kesan saja tentang beberapa cirri yang selalu ada bersama – sama. Dimulai dari kesan, kemudian muncul gagasan, dimana kesan merupakan hasilpenginderaan secara langsung, sedangkan gagasan itu sendiri merupakan ingatan akan kesan – kesan. Kita ambil contoh, ada sebuah benda dengan cirri –ciri putih, lcin, ringan, tipis. Dengan ciri – ciri tersebut tidak bisa disimpulkan bahwa yang memiliki ciri – ciri tadi adalah kertas.
Hume tidak mengakui adanya kausalitas atau hukum sebab akibat. Banyak orang berpendapat bahwa penyimpulan soal – soal yang nyata tampaknya didasarkan atas hubungan sebab akibat. Sebagai contoh, kita menuangkan air dalam bejana, kemudian di bawah bejana tersebut kita nyalakan api, setelah beberapa menit, air pun mendidih. Kesan gejala pertama adalah air bejana. Setelah beberapa waktu pengamatan, mendapat gejala yang kedua yaitu air mendidih. Kesan akan terus menerus diterima jika ada api diletakkan dibawah bejana yang berisi air yang mana akan timbul asosiasi tertentu yang menjadikan akal kita cenderung berpendapat seolah api itu yang menghubungkan air dingin dengan air mendidih. Hubungan ini kita angap sebagai suatu yang pasti,dimana kepastian disini adalah hanya mengungkapkan harapa kita saja dan tidak boleh dimengerti lebih dari berpeluang. Maka Hume menolak kausalitas sebab sesuatu mengikuti yang lain, tidak melakat pada hal – hal itu sendiri, namun hanya dalam gagasan kita. Jika kita bicara tentang hukum alam atau sebab akibat, sebenarnya kita membicarakan apa yang kita harapkan, yang merupakan gagasan kita saja, yang lebih didikte leh kebiasaan atau perasaan kita saja.
David hume menolak membagi persepsi menjadi dua, dimana persepsi sederhana adalah persepsi yang tidak bisa dibagi seperti ketika melihat merah, bulat dan pesepsi ruwet seperti idea apel yang memerlukan idea yang susunannya dan asosiasinya harus kompleks. Jadi untuk mengetahui kebenaran sebuah pengetahuan, maka diuraikan idea yang kompleks menjadi ide- de sederhana dan kemudian menemukan kesan yang merupakan basis idea tersebut. Oleh karena itu, metode Hume tidak bisa digunakan untuk persoalan metafisika seperti Tuhan karena tidak memiliki basis pengalaman dan tidak bisa mempunyai basis berupa hubungan antara idea yang dapat didemonstrasikan melalui logika sederhana atau pembuktian matematis.
Di dalam etikanya, Hume membuang segala kausalitas, karena akal hanya bisa menunjuk pada kesesuaian antara suatu perbuatan tertentu dengan defacto. Pada dasarnya, pemikiran Hume bersifat analisis, kritis dan skeptis. Ia berpangkal pada keyakinan bahwa hanya kesan – kesanlah yang pasti, jelas dan tidak diragukan, dari situlah dia sampai pada keyakinan bahwa “ aku “ termasuk dunia khayalan. Berarti, dunia terdiri dari kesan – kesan yang terpisah dan dapat disusun secara obyektif, sistematis, karena tiada hubungan sebab-sebab diantara kesan – kesan itu.
Teori hume ini meruntuhkan teori rasionalisme yang mengatakn bahwa sumber pengetahuan adalah melalui rasio atau akal. Menurut Hume, pengetahuan itu bersumber dari pengalaman yang diterima oleh kesan indrawi. Hal demikian mendorong kita, bahwa untuk menemukan suatu pengetahuan, kita memerlukan pengalaman kita. Dengan demikian, bahwa untuk membuktikan suatu kebenaran akan pengetahuan itu, memerlukan observasi yang mana dengan cara seperti itulah merupakan titik tolak dari pengetahuan manusia.
Selanjutnya, ketika Hume menerapkan teori empirismenya dalam mengkaji eksistensi tuhan, dia mengungkapkan bahwa tuhan yang menurut kaum rasionalisme memang sudah ada dalam alam bawaan, sebenarnya tidak nyata. Menurut Hume, pengetahuan akan tuhan merupakan suatu hal yang tidak dapat dibuktikan karena tidak adanya kesan penglaman yang kita rasakan akan tuhan. Persoalan tuhan merupakan persoalan yang berkaitan dengan metafisika. Pembahasan dalam metafisika tidak bisa didekati dengan pembuktian menuntut adanya suatu empiris dan nyata. Jauh dari kritik destruktif terhadap metafisika dan teologi, Hume memberikan analisis yang kontruktif yang membuka kemungkinan baru sambil membuat kita sadar akan kebutuhan mendasarkan teori kita pada fakta pengalaman. Hume menawarkan kesempatan dan tantangan untuk membangun teori sendiri dengan memcoba sedekat mungkin dengan pengalaman.
Kesimpulan
Di dalam era filsafat modern terdapat beberapa aliran pemikiran, di antaranya: Rasionalisme, Emperisme, Kritisisme, Idealisme, Positivisme, Evolusionisme, Materalisme, Neo-Kantianisme, Pragmatisme, Filsafat hidup, Fenomenologi, Eksistensialisme, dan Neo-Thomisme.
Aliran Emperisme adalah salah satu aliran dalam filosof yang menekankan peranan pengalaman dalam memeroleh pengetahuan, dan mengecilkan akal. Aliran emperisme berpendapat bahwa pengetahuan yang bermanfaat, pasti, dan benar hanya diperoleh lewan indera (empiri) dan empirilah satu-satutnya sumber pengetahuan aliran Emperis, bahwa pada dasarnya budi dan empiri saling berkaitan.
Peletak dasar empiris pertama adalah Francis bacon, bapak empirisnya Jhon Locke dan beberapa filsuf lainya seperti Thomas Hobbes, Berkeley, David Hume dan lainnya.Meskipun aliran empirisme sangat berpengaruh atas pemikiran-pemikiran filsafat selanjutnya namun banyak dijumpai kelemahan baik metode, obyek tentang empiris.
Empirisme menganggap agama, mukjizat, bahkan Tuhan sebagai keyakinan yang tidak logis dan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah hanya karena empirisme tidak mampu membuktikan eksistensi immateri