Makalah Pancasila Sebagai Ideologi Negara

MAKALAH  PANCASILA

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Swt, atas limpahan rahmat, taufiq, serta hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah mengenai “Pancasila Sebagai Ideologi Negara”. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kehadirat Rasulullah SAW, yang membimbing kita menuju jalan yang diridhoi oleh-Nya.

Adapun maksud dan tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Pancasila” dan tak lupa pula kami ucapkan terimakasih kepada Dosen Eka Yuliastuti, M.H  selaku dosen pengampu  Mata Kuliah “Pancasila” yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini. Dalam pembuatan makalah kami telah berusaha semakisimal mungkin dan kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Kami mengharapkan masukan, kritik dan saran dari dosen dan teman-teman yang bersifat membangun. Karena kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata kesempurnaan.


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN

        A. Latar Belakang iv

        B. Rumusan Masalah iv

        C. Tujuan Penulisan iv

BAB II PEMBAHASAN

        A. Konsep konsep Dasar, Ideologi Sosialis, Liberal dan Pancasila 1

        B. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara 7

BAB III PENUTUP

        A. Kesimpulan 9

        B. Saran 9

DAFTAR PUSTAKA


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang terlahir dari kebudayaan dan sejarah masyarakat Indonesia yang telah ada jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka. Para pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai luhur dan kemudian merumuskan menjadi sebuah pedoman atau ideologi yakni Pancasila.

Pancasila sebagai ideology bangsa Indonesia memiliki nilai luhur yang tercermin dalam sila-sila Pancasila. Ketuhanan Yang Maha Esa yang terdapat dari sila pertama Pancasila menunjukan bahwa Bangsa Indonesia menempatkan Tuhan pada kedudukan paling tinggi dan dalam hal ini bukanlah suatu nilai yang tiba-tiba muncul.

B. Rumusan Masalah

Dalam makalah ini, masalah yang akan dibahas adalah :

1. Apakah konsep dasar ideologi sosialis, liberal dan pancasila ?

2. Apakah pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara  ?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan masalah pada makalah ini adalah :

1. Untuk mengetahui konsep-konsep dasar ideology sosialis, liberal dan pancasila.

2. Untuk mengetahui pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep-konsep Dasar Ideologi Sosialis, Liberal dan Pancasila

1. Ideologi Sosialis

a.Pengertian Ideologi Sosialisme

Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Sedangkan sosialisme adalah rasa perhatian, simpati dan empati antar individu kepada individu lainya tanpa memandang status.

Sejak abad ke-19, sosialisme telah berkembang ke banyak aliran yang berbeda, yaitu:

Anarkisme

Komunisme 

Marhaenisme

Marxisme Sindikalisme

Menuru ideology sosialisme bahwa suatu komunitas yang terorganisir mempunyai kewenangan atau hak dalam mengelol.

b. Ciri-ciri Ideologi Sosialisme 

Berikut ini beberapa ciri-ciri ideology sosialisme:

Mementingkan kekuasaan dan kepentingan Negara

Tidak ada kelas kaya dan miskin, ataupun kelas majikan dan buruh,sebab semua sama.

Mencita-citakan masyarakat yang didalamnya dapat bekerjasama dan solidaritas dengan hak-hak yang sama.

Hak memiliki pribadi atas alat-alat produksi mesin diakui secara terbatas.

Mencapai kesejahteraan dengan cara damai dan demokratis.

Berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dan perbaikan nasib buruh dengan luwes secara bertahap.

Sosialisme berpegang pada prinsip-prinsip kesederajatan dan pemerataan.

Paham ini mempunyai pemikiran ekonomi Negara centeris, yaitu untuk mengatasi kesenjangan.

Pemikiran politik sosialisme adalah bahwa Negara sangat diperlukan untuk membina dan mengkoordinasikan kebersamaan.

Pemikiran keagamaan sosialisme terpengaruh kuat oleh pemikiran yang berdasarkan ajaran agama bahwa manusia harus saling tolong menolong.


2. Liberalisme

a. Pengertian Ideologi liberalisme

Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Liberalisme tumbuh dari konteks masyarakat Eropa pada abad pertengahan. Ketika itu masyarakat ditandai dengan dua karakteristik berikut. Anggota masyarakat terikat satu sama lain dalam suatu sistem dominasi kompleks dan kukuh, dan pola hubungan dalam system ini bersifat statis dan sukar berubah.

Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme.

b. Ciri-ciri Ideologi Liberalisme:

1. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik

2. Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan

berbicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers.

3. Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Keputusan

yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat

keputusan diri sendiri.

4. Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk.

5. Semua masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian terbesar individu berbahagia.

6. Hak-hak tertantu yang tidak dapat dipindahkan dan tidak dapat dilanggar oleh kekuasaan manapun.


3. Ideologi pancasila

a. Pengertian Ideologi Pancasila

Secara etimologis, istilah Ideologi berasal dari kata “idea” yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita, pemikiran, dan kata “logos” yang berarti ilmu. Kata “idea” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “edos” yang berarti bentuk. Pengertian ideologi secara umum dapat dikatakan sebagai kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakinan, kepercayaan-kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis yang menyangkut dan mengatur tingkah laku sekelompok manusia tertentu dalam berbagai bidang kehidupan.

Pada dasarnya ideologi terbagi dua bagian, yaitu Ideologi Tertutup dan Ideologi Terbuka. Ideologi Tertutup merupakan suatu pemikiran tertutup. Sedangkan Ideologi Terbuka merupakan suatu sistem pemikiran terbuka. Ideologi tertutup dapat dikenali dari beberapa ciri khasny


BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

      Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. Dalam kurikulum terintegrasifilsafat, nilai-nilai, pengetahuan, dan perbuatan pendidikan. 

 Adapun prinsip-prinsip dari pengembangan kurikulum terbagi menjadi  yaitu umum dan khusus. Prinsip-prinsip umum yaitu, relevansi, fleksibilitas, kontuniutas, efesiensi, dan efektifitas. Dan prinsip-prinsip khusus yaitu, prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar, prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran, dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian.

Hasil dari penerapan suatu kurikulum (curriculum outcomes) adalah pencapaian semua semua kompetensi standar dari suatu program studi. Kompetensi dirumuskan dengan berorientasi pada tugas-tugas dalam pekerjaan tertentu. Penilaian pencapaian suatu kompetensi didasarkan pada kriteria yang terukur untuk keterampilan psikomotor dan keterampilan kognitif, sedangkan kemampuan yang bersifat afektif dinilai dari sikap.

B. Saran

         Setelah mempelajari tentang perkembangan kurikulum maka kami harapakan bagi setiap pembaca untuk dapat memahaminya dan dapat mempelajarinya lebih detail dari berbagai literature lainnya.